Kehidupan malam kujalani
Aku pertama kali menjadi pelacur pada usia 15 tahun. Penghasilan yang kudapatkan adalah 40% - 60%, maksudnya aku menerima 40%, sedangkan "mami" mendapat bagian 60% dari bayaranku. Aku sudah tidur dengan banyak laki-laki dari berbagai kalangan dan hal ini terus kujalani sampai usiaku yang ke 19 tahun. Aku juga terjerat dalam dosa pergaulan bebas, minum-minuman keras, narkoba, dan juga seks bebas. Dalam hati kecilku sedikit terbesit betapa kotornya hidupku. Aku berusaha mencari jati diri di tempat yang salah. Namun karena tuntutan kehidupan yang keras, aku tetap menjalani kehidupan malamku ini.
Penyebab aku menjadi kupu-kupu malam
Aku dibesarkan dari sebuah keluarga broken home. Ayah dan ibuku bercerai, lalu masing-masing menikah lagi, dan aku serta kakakku tinggal bersama Oma kami. Tapi perlakuan Oma padaku berbeda dengan perlakuan Oma pada kakak. Aku sering "di anak tirikan", sering dicerca, dicaci maki, dan dihajar oleh Oma, sedangkan Oma selalu membanggakan kakak. Aku berpikir apakah karena aku ini jelek mangkanya Oma membenciku.
Karena tidak tahan dengan perlakuan Oma, aku ikut ke Palembang dengan orang yang pernah kos di rumah Oma. Disana aku membantunya membereskan rumah. Namun karena keadaan keluarganya tidak baik dan sering bertengkar, selalu aku yang dijadikan sasaran kemarahan. Akhirnya setelah 3 tahun di sana, aku kembali ke rumah Oma. Ternyata di rumah Oma, aku tetap diperlakukan seperti dulu.
Akhirnya aku memutuskan tinggal di rumah ayahku. Tapi ternyata kehidupan di sana juga tidak lebih baik. Aku "di anak tirikan" oleh ayah kandungku sendiri. Aku bahkan difitnah menyakiti adik tiriku. Aku sangat benci pada ayahku saat itu juga. Akhirnya karena tekanan-tekanan itulah aku memutuskan menjadi "kupu-kupu malam" sebagai pelampiasan kekesalanku. Padahal orang tuaku adalah orang yang berkecukupan.
Memasuki dunia rumah tangga
Suatu hari karena kecerobohanku, aku dinyatakan positif hamil. Namun pria yang menghamiliku tidak mau bertanggung jawab. Akhirnya aku menikah dengan tetangga dekat rumahku karena ia sangat mencintaiku. Tapi rumah tangga kami berantakan. Suamiku bukanlah tipe orang yang bertanggung jawab. Bahkan ia tetap menjadi pengangguran sampai-sampai aku tetap menjadi pelacur demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika anakku lahir, aku memutuskan bercerai darinya.
Satu tahun kemudian, tahun 1976, aku menikah dengan Edy, pria yang dikenalkan sahabatku. Pergaulan bebas yang kujalani membuatku menjadi seorang yang berkarakter keras namun Edy selalu mengalah padaku. Ia tipe suami yang baik. Karena itulah sifat kerasku semakin menjadi-jadi. Pernikahan kami dikaruniai 4 orang anak namun aku tetap menjalani kehidupan bebasku sehingga aku menelantarkan suami dan anak -anakku.
Tetap tidak bertobat
Bahkan di usiaku yang ke-49 tahun, aku tetap keluar masuk diskotik. Berkali-kali aku hampir OD (Over Dosis), tapi aku tetap tidak kapok juga. Seringkali saat aku OD dan hampir mati, aku mendengar suara- suara yang berkata, "Bukalah matamu..." Namun aku mengacuhkannya. Sampai suatu kali saat aku OD, aku jatuh di tengah diskotik dan ada suara yang berkata, "Lihatlah sekelilingmu..." dan aku melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Orang-orang yang ada di sana berubah menjadi sangat menyeramkan, tidak mempunyai tempurung kepala dan mereka semua bertanduk. Wajahnya sangat menyeramkan. Aku tidak merasa takut saat itu, hanya sedikit drop dan aku memutuskan duduk di tepi panggung.
4 Oktober 2005, ketika sedang berada di dalam diskotik, aku sekali lagi mendengar suara yang berkata, "Pulanglah atau engkau akan terhilang..." Aku merasa sangat takut dan memutuskan tidak akan pernah ke diskotik lagi.
Akhirnya aku sadar akan dosa - dosaku
Sejak saat itu aku tiba-tiba menyadari bahwa dosaku sangatlah parah. Pasti hidupku sangat hancur dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saat itu juga aku sadar bahwa ternyata selama ini suara-suara itu adalah teguran dariNya padaku. Aku langsung menangis meminta pertolongan dan pengampunan dari Tuhan. Aku tidak ingin masuk ke dalam perapian kekal, aku ingin bebas lepas dari ikatan maut ini. Aku menyalibkan kedaginganku dan aku memikul salibku serta mengikut Yesus dalam hidupku. Aku mulai aktif ke gereja dan mengikuti Family Altar.
Tanggal 19 Mei 2006 aku megikuti sebuah retreat pemulihan. Di sana, ketika didoakan, aku memperoleh penglihatan sebuah hati berwarna biru dan beku seperti es. Ternyata itu adalah hatiku. Saat itu aku sangat membenci keluargaku. Aku menyimpan dendam yang amat dalam kepada mereka. Tapi berkat kasih dan kekuatan yang luar bisa dariNya, aku tiba-tiba dapat mengampuni ayah, ibu, dan Omaku yang telah melukai hatiku. Saat itu juga aku melihat bahwa tangan Tuhan menyentuh hatiku, menggenggamnya, lalu mengubah hatiku yang beku menjadi cair dan berwarna merah terang. Lalu Tuhan mencabut hatiku yang penuh dengan kepahitan itu sampai ke akarnya. Aku dapat merasakan betapa sakitnya dadaku ketika akar kepahitan di hatiku dicabut oleh tanganNya. Aku menangis merasakan sakitnya. Namun setelah itu aku merasakan damai sukacita yang begitu luar biasa. Tuhan benar-benar telah memulihkan hatiku dan juga hidupku.
Hubungan keluargaku dipulihkan
Sepulangnya dari retreat tersebut kehidupan keluargaku berubah drastis. Hubunganku dengan suami dan anak-anakku dipulihkan. Aku meminta maaf sambil menangis dan memeluk mereka satu per satu. Tuhan memang baik. Ia memberikan kasih di hati suami dan anak-anakku sehingga mereka bisa memaafkanku. Semua berjalan dengan luar biasa. Penuh kasih, damai sejahtera, dan sukacita. Kini aku selalu menyempatkan diri untuk meluangkan waktu bersama suami dan anak-anakku. Bahkan aku juga kini melayani di gerejaku. Syukur bagi kebaikanNya, kini aku benar-benar menjadi hambaNya yang taat dan setia dalam seluruh area kehidupanku. (Kisah ini telah ditayangkan 4 Februari dalam acara Solusi Life di O'Chanel).
Sumber Kesaksian :
Willan
Semenjak SMP, Hanny harus melihat bagaimana ayahnya bekerja dengan susah payah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ayahnya hanyalah seorang supir yang penghasilannya sangat kecil dan tidak menentu. Untuk makan pun tidak cukup sehingga seringkali mereka harus berhutang ke orang lain hanya untuk makan. Hanny sedih melihat perjuangan ayahnya yang sepertinya tidak berdampak banyak bagi perekonomian keluarga mereka.
Ketika cintanya telah bersemi dan bertumbuh di hati seorang pria yang saat itu menjadi kekasihnya, malah luka yang diterimanya. Pria itu hanya memanfaatkan Hanny untuk menghasilkan uang. Tanpa perasaan, pria itu menjual Hanny kepada rekan-rekannya yang lain. Hanny yang merasa kepalang basah tak pernah menolak permintaan itu karena yang ada di pikirannya saat itu hanyalah uang. Hidup Hanny pun bergulir dari satu pria ke pria yang lain. Hanny rela mengorbankan hidupnya sendiri agar keluarganya bisa keluar dari kemiskinan.
Di masa kecilnya, Hanny sering mendapat perlakuan kasar dari ibunya. Kesalahan kecil bisa membuat ibunya marah besar sampai membuat Hanny terluka akibat pukulan ibunya. Tangisan dan permintaan maaf Hanny tidak mampu menghentikan pukulan-pukulan ibunya. Hanny merasa ibunya kurang sayang padanya. Apalagi neneknya sendiri sering mengatakan kalau Hanny hanyalah anak tiri.
Deritanya tiada pernah berakhir. Baginya, rumah telah menjadi siksaan batin dan fisik. Hanny tidak pernah lagi pulang ke rumah. Ia hanya menumpang hidup dari satu pria ke pria yang lain. Uang yang dipikirnya mampu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya, malah membuat Hanny terpenjara dalam dosa seks yang semakin hari semakin mengikis habis kebahagiaan yang masih tersisa. Dimanakah kebahagiaan yang sejati itu? Hanny hanya berpikir betapa hina dirinya. Hanya demi uang, Hanny harus memberikan tubuhnya terlebih dahulu. Bukan kesedihan lagi yang Hanny rasakan tapi ia mulai memikirkan dosa akibat perbuatannya. Meskipun hatinya sakit, Hanny benar-benar tidak tahu bagaimana harus keluar dari hidupnya yang penuh ketidakbahagiaan ini. Kebahagiaan dan kedamaian terasa jauh bagi Hanny.
Hingga pada suatu malam Hanny bermimpi. Dalam mimpinya, Hanny berjalan di dalam kegelapan. Setiap kali ia mau keluar dari kegelapan itu, ada orang yang selalu mencegat jalannya dan tidak mengijinkannya keluar. Bahkan kalau sampai ia menyebut nama Tuhan Yesus, mereka akan menghukum dirinya. Hanny pun melawan dan saat mereka mau menghajarnya, Hanny berteriak meminta pertolongan kepada Tuhan. Dan di dalam mimpinya, Hanny dipindahkan ke tempat yang terang. Hanny bingung, karena semua orang yang tadi sedang bersamanya tidak ada lagi. Seketika itu juga, Hanny mendengar suara yang lembut sekali, "
Ternyata tidak semudah itu bagi seorang wanita simpanan untuk berbalik dari hidupnya yang kelam. Hanny tidak keluar dari kehidupan kelamnya. Hingga pada suatu kali ketika Hanny selesai berhubungan seks dengan kekasihnya, dan telah menggunakan obat-obatan terlarang, Hanny mengalami peristiwa yang hampir merenggut nyawanya. Tiba-tiba saja jalan napasnya berhenti. Yang ada di pikirannya saat itu hanyalah besok ia pasti sudah mati. Dalam kesakitan yang tak terkira itu, Hanny mendapati dirinya seperti berada di dalam dunia orang mati, yang ada hanyalah kegelapan. Banyak suara yang mengatakan, "Ini adalah duniamu....ini adalah duniamu...". Banyak terdengar suara orang yang menderita, yang meminta pertolongan tapi Hanny tidak dapat melihatnya. Hanny benar-benar ketakutan karena Hanny tahu kalau memang Tuhan memanggilnya saat itu, ia pasti tidak akan memiliki tempat bersama-sama dengan Tuhan. Hanny kemudian tersadar dan menemukan dirinya masih hidup. Hanny benar-benar minta ampun sama Tuhan dan bertekad untuk berubah.
Setiap kali ke gereja, khotbah yang didengarnya selalu mengenai topik yang sama, tentang seorang pelacur yang diampuni dosanya dan bagaimana Tuhan memakai hidup pelacur itu. Hanny yang mendengar hal itu langsung menangis, kalau Tuhan bisa mengampuni pelacur itu, kenapa tidak demikian dengan dirinya? Timbul keyakinan di hati Hanny kalau Tuhan pasti akan memulihkan hidupnya juga. Hanny sadar dirinya penuh dengan dosa dan ia menyesalinya di hadapan Tuhan. Hanny berjanji di hadapan Tuhan untuk melepaskan dirinya dari semua dosa-dosanya dan mulai melangkah untuk masuk dalam pengenalan akan Tuhan. Semenjak saat itu Hanny benar-benar mencari Tuhan dan tidak main-main lagi dengan hidupnya.
Hanny telah bebas dari dosa seks yang telah mengikatnya selama 20 tahun. Bahkan ia telah menerima kado yang terindah dari Tuhan, buah dari pertobatannya. Hanny bertemu dengan pasangan hidupnya.
Tidak cukup sampai di situ Tuhan berkarya atas hidup Hanny. Tim Solusi mengajak kedua orang tua Hanny untuk menyaksikan cuplikan video kesaksian Hanny. Orang tuanya tidak pernah tahu sekelam apa hidupnya Hanny dahulu. Suasana ceria pun seketika berubah menjadi duka. Satu hal yang sangat sulit untuk dilakukan di dalam hidup ini adalah mengampuni orang yang telah melukai kita dan menghancurkan masa depan kita. Namun satu hal yang luar biasa, Hanny rela untuk melakukannya. Dan keluarga Hanny pun dipulihkan.




